Everything Start From Dreams……..


Kekuatan Motivasi Dari Dalam Diri Kita

Mengapa, mengapa & mengapa?

Jutaan orang baca buku Rich Dad, Poor Dad. Jutaan orang baca buku The Secret. Jutaan orang belajar NLP. Mengapa tetap saja. Ya, tetap saja. Tetap saja sedikit sekali, ya sedikit sekali. Sedikit sekali orang yang berhasil. Berhasil dalam hidupnya. Berhasil mencapai impiannya. Mengapa, mengapa & mengapa?

Anda tahu jawabannya? Mudah! Jawabannya: “Tauk ah Gelap!”

Seorang teman mengamati Nasrudin yang sedang sibuk mencari sesuatu di perkarangan rumahnya. Si teman bertanya: “Apa yang sedang kau cari Nasrudin?”. “Sejak pagi, aku sedang mencari jarumku yang hilang? Bantuin dong!” jawab Nasrudin dengan suara mulai frustasi dengan badan terus menunduk berusaha mencari jarum. Temannyapun ikut membantu mencari karena solideritas teman ngopi. Setelah 1 jam ikut membantu mencarikan jarum yang hilang tersebut, temannya mulai penasaran dan bertanya lagi: “Hai Nasrudin! Jarum kamu hilang dimana?” Nasrudin juga makin frustasi dan dengan nada agak membentak menjawab: “Hilangnya di dalam rumah!!!”. Si teman agak kaget dan marah: “Mengapa kau cari di luar rumah?!!!”. Nasrudinpun ikut kesal dan menjawab ketus: “Di luar rumah terang. Di dalam rumah GELAP TAUK!!!”

Ya, itulah jawaban pertanyaan tadi “Mengapa, mengapa & mengapa?” Tidak ada yang salah sih, namun jika kita tidak tahu kita ada dimana, maka kita bisa tersesat dan terjebak bukan? Terjebak dalam suatu kondisi atau suatu situasi yang kita juga tidak tahu apa. Tersesat karena kita tidak punya peta, bahkan banyak dari kita tidak tahu mau kemana. Sungguh sangat membuang waktu bukan?

Sering kali kita terjebak di sebuah tempat yang sepertinya terang padahal itu bukanlah tempat yang kita cari. Sebenarnya jika kita tahu mau kemana, walau kita berada di hutanpun, tidaklah mungkin kita tersesat. Karena hutan tidak pernah berubah. Posisi sebuah pohon yang mungkin sudah berumur puluhan tahun, selalu di posisi yang sama, tidak mungkin sebuah pohon berpindah-pindah tempat. Kecuali pohon Natal he..he.. Nah, Nasrudin hanya bingung dan mungkin mulai panik, sehingga dia mencari di tempat yang mungkin kurang tempat.

Banyak sekali orang seperti Nasrudin, bukan? Sayapun pernah berada di posisi Nasrudin. Beruntung dalam hidup saya sejak kecil selalu bertemu dengan para pembimbing, hampir dalam segala hal, khususnya Pembimbing Rohani. Sehingga tidak banyak saya menghabiskan waktu dalam perjalanan hidup ini, menuju pulang ke Sang Khalik.

Lalu, bagaimana dong keluar dari hutan kebingungan tadi?

Oke, sekarang kita mulai main-main yok. (Baca kalimat berikut dalam hati dan baca dalam tempo yang lambaaat saja…) “Bayaaangkaaan dan rasaaakaaan… Sekarang tiba-tiba Anda terperosok dan berada dalam ruangan yang gelaaap…” Diam sejenak, amati respon Anda? Pejamkan mata Anda 10-20 detik. Apa pilihan respon Anda?

Respon yang umum terjadi adalah Panik, bukan?

Kaget akan memompa jantung kita bekerja sangat cepat, makin lama makin cepat dan kitapun akan panik, bukan? Nah, panik bisa membuat kita berteriak keras minta tolong, ketakutan, menangis, lari kesana kemari atau mungkin lemas pingsan. Pokoknya kacau deh. Karena kacau, maka hasilnyapun akan kacau, bukan?

Seorang teman lama dari Semarang pernah minta masukan dan bimbingan saya untuk meng-coaching dia agar bisa berhasil menjadi pembicara atau trainer. Saya bertanya pada dia: “Kamu sudah belajar pada siapa saja?” Dia menjawab bahwa dia belajar dari sangat banyak orang yang dia anggap sukses atau guru. Saya hanya tersenyum dalam hati, saya sudah tahu pasti bahwa dia akan sulit mencapai sukses karena dia sibuk mencari jarumnya di perkarangan, padahal hilangnya di dalam rumah. Sampai 3 tahun kemudian, dia tetap saja berjalan dalam lingkaran yang berputar-putar yang tidak mungkin bergerak maju karena akan kembali ke titik semula, bukan? Namun, karena teman saya ini selalu mencari pembenaran, tentu sangatlah sulit bagi dia untuk keluar dari lingkaran itu. Dia terjebak dalam “balon bening” ciptaanya sendiri dan karena bening dia tidak melihatnya dan dia tidak tahu dia terjebak.

Pernahkah Anda bertanya dalam hati: “Bagaimana saya bisa fokus kalau saya memiliki banyak Kiblat?” Bukankah yang namanya Kiblat haruslah SATU. Cara atau Metode ke arah KIBLAT boleh saja berbeda-beda. Namun KIBLAT tetaplah SATU.

Mungkinkah kita menyarikan rumus sukses dari berbagai Guru kelas dunia menjadi satu rumus sukses? Padahal Guru kelas dunia itupun hanya punya satu Guru? Apakah kita lebih hebat dari Guru kelas dunia tersebut dengan menyarikan ajaran mereka menjadi satu rumus saja? Hati-hati, mungkin kita akan terjebak di hutan yang lebih lebat lagi…

Untuk menjadi berhasil sesungguhnya sangat sederhana, kita hanya perlu punya satu Guru, satu Kiblat saja. Guru itu adalah di dalam diri kita. Ya, dalam di dalam rumah kita, bukan di perkarangan walaupun terang, namun di dalam hati yang mungkin saja gelap. Gelap karena jarang kita kunjungi dan tidak pernah kita nyalakan pelita, bukan?

Jawaban dari pertanyaan “Mengapa, mengapa & mengapa?” ada di dalam diri kita sendiri. Ya, hanya kitalah yang bisa membukanya. Bukan orang lain. Karena kita adalah si pemilik kunci tersebut. Kita hanya perlu mengambil kunci itu. Nama kunci itu berupa pertanyaan: “Siapa diriku ini?” – “Who Am I?”

Yok, kita main-main lagi seperti kejeblos dalam gelap tadi. Kita mulai seperti pengalaman di atas tadi: “Bayaaangkaaan dan rasaaakaaan… Sekarang tiba-tiba Anda terperosok dan berada dalam ruangan yang gelaaap…” Lalu coba pengalaman berikut:

1. Tenangkan diri Anda, bernafaslah yang perlahan.

2. Masuk ke suasana Diam sampai terasa Hening.

3. Pejamkan mata dan terus berdiam.

4. Teruslah berdiam diri sampai terasa nyaman.

Maka akan muncullah …… (silahkan jawab sendiri, Anda tahu kok jawabannya he..he..) Sangat indah, bukan?

Setelah itu, tanyakan dalam diri Anda; “Siapakah aku ini?”

Pertanyaan kedua: “Apa misi hidupku di dunia ini?”

Apa jawaban yang benar? Mana saya tahu karena itu misteri hidup Anda sendiri he..he.. Nanya melulu ah!

4 langkah di atas bukanlah cara yang baku, itu hanya cara si Krishna saja, jadi bisa pas untuk Anda bisa juga tidak. Untuk masuk ke dalam diri, gunakan saja cara yang telah Anda ketahui atau Anda yakini, misal untuk Anda yang Muslim gunakan saja Dzikir. Anda yang Hindhu atau Budha, gunakan Meditasi. Anda yang Katholik, gunakan doa reflektif Rosario (bukan doa memohon) dan bagi Anda yang Kristen Protestan gunakan saja Doa Syafa”at atau Doa Reflektif lainnya. Yang penting diri Anda harus dalam kondisi hening sebelum mulai.

Jika kunci sukses sudah Anda temukan dalam diri Anda, maka tidak ada satu orangpun yang bisa menghalangi jalan Anda untuk mencapai sukses. Andapun tidak mungkin tersesat lagi, karena Anda sudah tahu tempat yang indah itu, bukan? Adanya di dalam diri. Kapanpun Anda perlu ke tempat indah itu, Anda hanya perlu berdiam diri. Itulah yang disebut Kekuatan Motivasi dari Dalam Diri. Inside-Out Motivation. Sang maha indah, sang Unconscious, sang Qalbu, sang Hati Nurani yang berbudi Pekerti.

Teruslah luangkan waktu untuk berhening diri. Masuk dan ber-dialog-lah ke dalam diri sampai terdengar dengan mesra jawaban “Siapakah aku ini?” dan “Apa misi hidupku di dunia ini?”. Semuanya tersimpan dengan rapi didalam diri. Sebuah Buku Kehidupan. Buku Kehidupan Anda sendiri. Tidak dijual dimanapun. Jauh-jauh lebih hebat dari buku Rich Dad Poor Dad ataupun buku The Secret. Karena tidak ada yang “Secret”. Anda tinggal mengambil dan membukanya sendiri Buku Kehidupan Anda tersebut. Temukan jawabannya di halaman terakhir. Yang diperlukan hanya kejujuran hati saja. Ah, sungguh suatu pengalaman batin yang susah dilukiskan dengan kata-kata yang sangat terbatas ini. Anda harus mengalaminya sendiri…

Pikiran manusia memang luar biasa, dahsyat, sungguh tanpa batas. Apalagi ditambah bumbu Perasaan, makin hebatlah si pikiran manusia. Namun, salah bumbu salah rasa, walau sangat gurih namun sering kali kita terjebak rasa. Rasa sombong sebagai manusia. Hatilah yang bisa menetralkan rasa. Hati laksana air gunung yang sangat sejuk dan tanpa rasa. Tanpa hati, kita bisa kebablasan dalam angkuhnya pembenaran.

Menyelaraskan Pikiran, Perasaan dan Hati adalah PUZZLE kita sebagai manusia. Ada yang bisa menemukan dan menyusun potongan-potongannya menjadi sebuah gambar kehidupan yang indah, lalu melompat gembira. Namun, banyak sekali orang yang tidak pernah menemukan potongan-potongan PUZZLE-nya sampai dia masuk di liang lahat. Sungguh kasihan, karena selama ini sibuk mencari jarum di perkarangan walau hilangnya di dalam rumah. Maaf, maaf dan maaf ya…

Sungguh Allah maha bijaksana, bukan? Menyimpan Permata terindah justru di dalam hati kita, bukan di dalam lautan.

Krishnamurti Written by Krishnamurti on 1 September 2007 – 12:00 am – Portal NLP Indonesia


Keluar dari Keterpurukan……..

“Bagaimana caranya agar saya bisa “CEPAT” Berhasil ?”

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak diutarakan para peserta pelatihan selama 5 tahun saya berbagi menjadi Pembicara Motivasi di kota-kota besar seluruh Indonesia. Umumnya orang sekarang ingin CEPAT, CEPAT dan CEPAT berhasil. Kata “Cepat” menjadi sangat dominan dalam kamus sukses kebanyakan orang di Indonesia, bahkan mungkin di dunia saat ini. Ya, nggak apa-apa juga sih. Kita harus bisa menjawab situasi ini dengan tepat dan bijak.

Memang ada 2 situasi yang bisa membuat orang cepat berhasil. Pertama, berlari dan terbang tanpa membawa ransel. Kedua, seperti per yang ditekan sedemikian rupa sehingga saat lepas dari tekanan, per tersebut akan melontar sangat tinggi. Namun, saya tidak tertarik membahas dari dua sisi tersebut, saya lebih tertarik membahas dari sisi Kesadaran Diri akan cara kerja Hukum Alam, hukum yang pasti dan berlaku untuk semua makhluk hidup di dunia ini, yakni Hukum Tabur Tuai atau dikenal juga dengan sebutan Hukum Sebab Akibat atau Hukum Karma (dalam arti yang luas).

Juga, saya tidaklah terlalu tertarik untuk memberikan resep sukses cepat karena memang saya tidak punya resep tersebut. Mereka salah nanya orang dong he..he.. Saya malahan tertarik dengan pertanyaan: “Mengapa saya TIDAK BISA CEPAT sukses?” Apa yang menyebabkan hal tersebut? Apa yang menghambat? “Ah, kamu ini memang filosof” kata teman saya, karena saya sering berpikir berbeda dan terbalik dibandingkan cara berpikir umum. Ya, sudah kalo begitu kita main-main yok jadi Filosof.

Jawablah pertanyaan main-main berikut ini dalam hati:

1. Mungkinkah kita memanen apel, bila kita menanam bibit anggur?

2. Mungkinkah kita memanen buah manis, bila kita menanam bibit buah pahit?

Yang PASTI bukankah, bila:

1. Saya menanam bibit anggur, maka saya akan memanen buah anggur.

2. Saya menanam bibit apel, maka saya akan memanen buah apel.

3. Saya menanam bibit buah manis, saya akan memanen buah manis. (Di bagian ini Anda pasti berpikir nakal deh! “Ah, kadang saya juga temukan buah yang asam dari bibit buah manis hi..hi..” Betul, kan? Eh, ini namanya bahasa Metafor)

4. Saya menanam bibit buah asem, saya akan memanen buah asem.

4. Saya menanam bibit buah pahit, saya akan memanen buah pahit.

Jadi kita pasti mendapatkan buah dari bibit yang kita tanam sendiri, bukan?

Pertanyaan berikutnya?

“Bisakah saya menghindari memanen buah pahit, jika saya sudah terlanjur menanam bibit buah pahit?” Nah, inilah pertanyaan nakalnya manusia untuk menghindar he..he.. Mau kabur dari tanggung jawab nih ye? Repotnya pasti harus ada yang bertanggung jawab dari bibit yang telah ditanam, bukan? Siapa yang harus bertanggung jawab? Dalam hukum sebab akibat, tentunya kita sendiri. Kita yang menanam, maka kita pula yang kan memetik hasilnya. Sangat adil, bukan? Kita banyak tersenyum tulus, kita akan banyak punya kawan.

Repotnya lagi, semakin kita menghindar, semakin kita masuk dalam perangkap lingkaran pembenaran dan terus berputar sampai kita terpuruk dan kadang bisa terpuruk sangat dalam. Susah untuk keluar jika kita tidak tahu cara kerja hukum alam, hukum sebab akibat, hukum tabur tuai. Manusia umumnya sering sekali menabur (umumnya tidak disadari) bibit buah pahit, namun bingung saat buah pahit tersebut matang dan siap dimakan. Kita tidak mau memakannya karena tahu rasanya pahit. Karena hukum alam, jika kita tidak mau memakan buah yang telah kita tanam sendiri, maka buah tersebut akan terus berada di hadapan kita. Buah pahit tersebut hanya akan sirna jika kita telah memakannya. Itulah satu-satunya jalan yang memang sangat adil untuk semua makhluk di dunia yang bernama manusia ini.

Dengan memahami cara kerja hukum Sebab Akibat, hukum Tabur Tuai, hukum Karma ini saja dan kita bersedia memakan buah pahit dari hasil tanaman kita sendiri, maka kita akan terbebas dari lingkaran keterpurukan. Sungguh sangat sederhana, bukan? Dan, sangat bertanggung jawab. Kitapun akan tenang dan percaya diri. Kesimpulannya makanlah semua buah hasil tanaman kita sendiri dengan ikhlas walau ternyata ada buah yang rasanya pahit, sangat pahit dan pahit bangeeet. Nikmati dengan tanggung jawab penuh. Itulah obat cepat keluar dari keterpurukan hidup. Dunia ini sangatlah adil…

Pertanyaan berikutnya lagi? (Ih, nanya melulu..)

Bagaimana saya tahu bahwa saya banyak memiliki buah pahit? Kacian deh elo he..he.. Kuncinya adalah amati situasi Anda saat ini (current situation) baik hasil yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Lalu, dengan jujur dan tulus amati berapa banyak bibit “kekeliruan” mungkin bibit “kesalahan” yang pernah Anda buat di masa lalu sampai hari ini. Kalau perlu tuliskan disebuah buku, kapan kita menanamnya agar kita tahu kira-kira kapan buahnya akan matang. Sehingga mental kita sudah siap jika sesuatu terjadi dalam hidup kita karena itu adalah buah dari bibit yang pernah kita tanam sendiri. Jadi, bolak balik kuncinya adalah kesadaran diri, Self Awareness atau Eling… Duh, ilmu kuno lagi. Ya, memang itu jawaban kuncinya, tidak lebih tidak kurang. Pas!

Oke, what next dong?

Bagaimana agar saya tidak menaman bibit buah pahit lagi? Jawabannya adalah terus latih kesadaran diri Anda agar selalu dalam kondisi “No Mind State” yakni suatu kondisi diri dimana pikiran, perasaan dan perbuatan kita tidak lagi menilai, tidak lagi menghakimi kejadian apapun baik diluar maupun didalam diri kita saat ini. Latih diri Anda untuk diam tanpa reaksi, lalu “makanlah” dengan ikhlas apapun buah yang ada di depan Anda saat ini karena memang buahnya sudah matang.

Dan setelah itu, tanamlah secepat mungkin dan sebanyak mungkin bibit-bibit buah manis kapanpun dan dimanapun Anda berada, sehingga nantinya sudah menjadi Sikap Hidup (Unconscious Competence) baru Anda. Mengapa sebaiknya menabur bibit-bibit buah manis sebanyak mungkin? Karena bibit bisa jadi ada yang tumbuh, bisa juga ada yang mati jika ditabur di tempat yang salah, di tanah yang gersang atau jatuh di bebatuan, bukan?

Refleksi Diri:

Mengapa dikau harus menghindari buah yang pahit, jika buah yang pahit itu adalah obat. Menghindar dan mencari kambing hitam hanyalah menjebak diri dalam lingkaran Karma Keterpurukan yang tak berkesudahan, lelah sekali bukan? Makanlah buah pahit hasil tanamanmu sendiri dengan ikhlas sayangku agar penyakitmu segera sembuh dan engkaupun bisa beraktifitas produktif dan berkontribusi pada dunia kembali. I Love You…

Krishnamurti – Batavia bergempa 12.09.07 – Portal NLP Indonesia


MOTIVASI untuk Bangkit dan Berdiri (9 Alasan)

1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.

Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? (tarik nafas perlahan sebentar)

Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? He..he..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? (tarik dan tahan nafas yang lama…) Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?

Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.

Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…

2. Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani (tahan nafas sebentar) kalau aku tetap diam di tempat?

Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di

depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di

perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan nenekku…

3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…

Masak sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari

berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.

Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaga, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)

4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!

Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…

Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita

kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan. Baik,

baiklah dan baiklah! (silahkan teriak dalam hati he..he..) Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…

5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!

Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit, gak nafsu deh hidup kayak gitu. Hidup ini adalah pilihan, kok. Aku bisa memilih sedih (hening 3 detik) , aku bisa memilih senang (hening 2 detik). Aku bisa memilih marah (hening 1 detik) dan aku bisa memilih tenaaang. Nah, jika…

6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia ….

Aku tahu memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan

hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya… Besar titiknya… Warna titiknya… Bunyi titiknya… Rasa titiknya… Sinar titiknya… Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya (tahan nafas sebentar, lalu katakan dengan keyakinan kuat), namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…

7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.

Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak. Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani…. Jalan macetpun, kunikmati… Jalan berbatupun, kelewati… Jalan terhalangpun, kulampaui… Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…

8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik.

Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…

Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…

9. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.

Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (Florence Griffit Joyner)

(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat) BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.

(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Anda) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.

(tingkatkan rasa keyakinan Anda sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN.

KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH.

Krishnamurti

Written by Krishnamurti on 7 January 2008 – 12:00 am – Portal NLP Indonesia


Bahasa Hati.. Dari Hati Jatuh ke Hati..

Talk With Your Heart
Bicaralah dengan Hati mu

Tidak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tidak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang
Tidak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan
Tidak ada Kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan
Tidak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran

Semua itu Harus berasal dari hati kita.

Berbicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati juga

Kesuksesan bukan semata-mata seberapa kuat Otot kita dan seberapa tajam Otak kita, tapi juga Seberapa Lembut Hati Kita dalam melakukan segala sesuatu.

Kita tidak akan bisa menghentikan tanggis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat atau membujuknya dengan gula-gula dan kata yang manis.
Kita harus mendekapnya hingga dia merasakan detak jantung yang tenang jauh didalam dada kita.

Hanya kelembutan dan keikhlasan hati yang dapat mengubah hati yang keras.

karena itulah kita mulai melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan kita..


Jembatan Maaf.. Bridge of Forgiveness..

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan.

Namun kerja sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. “Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,” kata pria itu dengan ramah. “Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.”

“Oh ya!” jawab sang kakak. “Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.” Kata tukang kayu, “Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.”

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian.

Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

“Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku.” kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. “Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,” pinta sang kakak.

“Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,” kata tukang kayu, “tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.”


si Ceria Si Pemurung

Seperti namanya Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira, dan selalu tersenyum. Sebaliknya Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum. Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi cemberut dan sedih.

Nah orang tua mereka mulai memikiran apa yang menjadi kesenangan mereka !!!

Si Cemberut yang menginjak masa ABG sedang terkena demam HP, jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam HP milik temannya untuk menelpon. Kemudian orang tuanya membelikan dia HP supaya dia menjadi senang dan gembira.

Sewaktu cemberut pergi sekolah HP itu dibungkus oleh orang tuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya. Sewaktu Cemberut pulang ia segera masuk ke kamarnya, dan ia melihat ada kado di kasurnya. Dengan sigap ia cepat-cepat membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika di dalamnya berisi HP. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi karena ia berpikiran kalau-kalau HP ini ia bawa pasti teman-temannya akan banyak yang pinjam, terus kalo rusak biayanya pasti mahal. Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado HP itu menjadi beban baginya. Dan yang keluar dari mulutnya adalah omelan-omelan dan umpatan, bukannya terima kasih kepada orang tuanya.

Si Ceria yang senang dengan kuda, diberi oleh orang tuanya telepong kuda (kotoran kuda) dengan harapan ia menjadi cemberut dan sedih.

Telepong (kotoran kuda) yang dibungkus dengan menarik itu juga diletakkan di kamarnya. Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut ada kado di kamarnya. Dengan sigap ia membuka pula kado itu. Ketika dibuka bau busuk keluar dari kado itu, dan alangkah terkejutnya bahwa kado itu berisi kotoran kuda. Mukanya menjadi kebingungan sebentar.

Dia berpikir, “Masa sih orang tuaku yang begitu mencintai aku memberi aku kotoran kuda, wah pasti ada sesuatu di balik hadiah ini!!!”

Setelah berpikir sebentar kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka. Orang tuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya, “Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih?”.

Lalu Ceria menjawab, “Papa, Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat saya, dan sekarang mana kudanya?”.

Kemudian orang tuanya berkata, “Lho kami hanya memberi itu kepada kamu”.

Ceria menyahut, “Tidak mungkin saya yakin pasti ada kudanya.” Akhirnya orang tuanya mengalah, dan membelikan dia kuda pony.

Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai Tuhan akan selalu berpikir bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dia sedang dalam penderitaan. Sehingga orang yang hidup dalam cinta kasih Tuhan akan selalu gembira dan ceria di dalam hidupnya. Sebaliknya orang yang tidak merasa dikasihi oleh Tuhan, akan merasa bahwa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang. Sehingga di dalam hidupnya akan gelisah, takut dan khawatir.


Stop Complaining…

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali!

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan!

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan!

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya!

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup!

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat!

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul!

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan!

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan!

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda!

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa…!

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,

Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !
Life is a gift
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it…
And fulfill it.

Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya…

It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone,
but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.